Retak pada epoxy lantai di area sambungan beton tidak selalu berarti lapisan coating-nya yang bermasalah. Retakan bisa mengikuti sambungan atau muncul karena adanya pergerakan pada beton di bawahnya.
Jika kondisi tersebut tidak diperiksa sebelum aplikasi coating, retak dapat kembali muncul meskipun permukaan sudah dilapisi epoxy baru.
Beton dapat mengalami perubahan akibat penyusutan dan perubahan temperatur. Karena itu, sambungan memang dibuat untuk mengendalikan lokasi terjadinya retak atau mengakomodasi pergerakan tertentu pada pelat beton.
Mengapa Epoxy Lantai Bisa Retak di Area Sambungan Beton?
Ada beberapa alasan mengapa lapisan epoxy bisa retak pada sambungan betonnya, seperti:
-
Beton Dapat Mengalami Pergerakan
Beton dapat menyusut dan berubah akibat proses pengeringan, perubahan suhu, serta kondisi lingkungan. Pergerakan ini dapat menimbulkan tegangan pada lapisan coating dan menyebabkan retak mengikuti garis sambungan.
-
Sambungan Beton Memang Menjadi Titik yang Perlu Diperhatikan
Sambungan beton berfungsi untuk mengontrol retak atau memungkinkan pergerakan antarelemen. Karena itu, area ini perlu diperiksa dan ditangani sesuai fungsi serta kondisinya sebelum dilapisi coating.
Jenis Sambungan Beton yang Perlu Diperiksa Sebelum Coating
Jika Anda mengalami masalah tersebut, sebaiknya periksa beberapa jenis sambungan berikut sebelum melakukan coating:
-
Construction Joint
Construction joint merupakan sambungan yang terbentuk ketika pekerjaan pengecoran dilakukan dalam tahapan berbeda. Area pertemuan antara beton lama dan beton baru perlu diperhatikan karena karakter permukaan serta potensi pergerakannya dapat berbeda.
-
Control Joint atau Contraction Joint
Control joint atau contraction joint dibuat untuk membantu mengontrol lokasi retak akibat penyusutan beton.
Karena sambungan memang dirancang untuk mengakomodasi perubahan tersebut, penanganannya perlu mempertimbangkan apakah sambungan masih aktif atau tidak.
-
Expansion Joint
Expansion joint digunakan untuk mengakomodasi pergerakan yang lebih besar pada elemen beton. Sambungan jenis ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena pergerakannya tidak dapat diperlakukan sama seperti retak permukaan biasa.
Hal yang Perlu Diperiksa Saat Epoxy Lantai Retak di Sambungan Beton
Sementara itu, Anda juga harus melakukan pemeriksaan pada beberapa hal berikut ini:
-
Apakah Retak Hanya Berada di Lapisan Epoxy?
Langkah pertama adalah melihat apakah retak hanya terjadi pada lapisan permukaan atau sudah masuk ke substrat beton. Jika beton di bawahnya juga retak, memperbaiki lapisan coating saja kemungkinan tidak menyelesaikan sumber masalah.
Sebaliknya, jika beton masih utuh dan retak hanya berada pada lapisan permukaan, penyebabnya perlu dianalisis dari sistem coating dan kondisi aplikasinya.
-
Apakah Sambungan Masih Mengalami Pergerakan?
Periksa apakah sambungan masih aktif. Sambungan yang masih mengalami pergerakan membutuhkan pendekatan berbeda dari retak statis.
Hal ini penting karena lapisan yang kaku dapat kembali retak apabila ditempatkan pada area yang terus mengalami pergerakan.
-
Seberapa Lebar dan Dalam Retakannya?
Ukuran retak juga perlu diperhatikan. Retak rambut pada lapisan permukaan tentu berbeda penanganannya dengan retak yang lebih lebar dan masuk ke dalam substrat.
Pengukuran membantu menentukan apakah kerusakan hanya bersifat kosmetik atau menunjukkan persoalan pada beton maupun sambungan.
-
Bagaimana Kondisi Beton di Sekitar Sambungan?
Jangan hanya memeriksa garis retaknya. Perhatikan pula beton di sekeliling sambungan.
Beton yang rapuh, terkelupas, berlubang, atau memiliki bagian yang mudah lepas perlu diperbaiki terlebih dahulu. Coating membutuhkan substrat yang memadai agar dapat memberikan performa sesuai sistem yang dirancang.
Jangan Langsung Menutup Retak dengan Epoxy
Saat melakukan penutupan pada lapisan yang retak, sebaiknya jangan langsung tutup dengan epoxy lantai. Alasannya sebagai berikut:
-
Retak Statis dan Retak Aktif Membutuhkan Penanganan Berbeda
Retak statis dapat diperbaiki dengan metode berbeda dari retak aktif. Pada retak aktif, material harus mampu mengikuti pergerakan, seperti pengisi sambungan berbasis polyurea atau sealant fleksibel.
-
Menutup Sambungan Aktif Bisa Membuat Retak Muncul Kembali
Lapisan kaku tidak cocok untuk sambungan yang masih bergerak karena retak dapat muncul kembali. Perbaikan harus disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kerusakan.
Persiapan Permukaan Sebelum Aplikasi Epoxy Lantai
Berikut ini beberapa langkah untuk mempersiapkan sebelum aplikasi lapisan epoxy pada lantai bangunan:
-
Bersihkan Area dari Debu dan Kontaminan
Permukaan harus bebas dari debu, minyak, kotoran, maupun material lain yang dapat mengganggu adhesi. Pembersihan menjadi bagian penting sebelum primer dan lapisan berikutnya diaplikasikan.
-
Hilangkan Bagian Beton yang Lemah
Beton yang rapuh atau tidak memiliki daya dukung memadai perlu dihilangkan hingga diperoleh permukaan yang lebih kuat dan stabil.
-
Perbaiki Retak Sesuai Kondisinya
Retak perlu diidentifikasi terlebih dahulu sebelum menentukan metode perbaikan. Jangan menyamakan retak statis dengan sambungan aktif karena keduanya memiliki kebutuhan penanganan berbeda.
-
Pastikan Kondisi Substrat Memenuhi Persyaratan
Kelembapan substrat juga perlu diperiksa. Pada Sikafloor®-264 HC, kadarnya harus di bawah 4%, tanpa kelembapan meningkat, dan suhu substrat minimal 3°C di atas titik embun untuk mencegah kondensasi.
-
Pilih Epoxy Lantai yang Tepat
Setelah kondisi sambungan dan substrat diperiksa serta diperbaiki sesuai kebutuhan, pemilihan sistem coating dapat dilakukan berdasarkan fungsi area dan tingkat bebannya.
Sikafloor®-264 HC merupakan pelapis epoxy dua komponen yang dapat digunakan pada beton dan cement screed dengan tingkat keausan normal hingga berat sedang.
Produk ini memiliki ketahanan terhadap beban mekanis dan bahan kimia, serta dapat menghasilkan permukaan halus mengilap atau anti-selip dengan sistem agregat tertentu.
Pastikan Konstruksi Anda Menggunakan Epoxy Lantai yang Tepat
Retak pada sambungan beton tidak selalu disebabkan oleh kegagalan coating. Penyebabnya dapat berupa pergerakan beton, kondisi substrat, jenis sambungan, atau metode perbaikan sebelumnya.
Periksa dan tangani sumber masalah terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan sistem coating baru.
Untuk area beton dan cement screed dengan tingkat keausan normal hingga berat sedang, Sikafloor®-264 HC dapat menjadi pilihan. Pertimbangkan sistem pelapis ini sesuai kebutuhan proyek.
Sika telah dipercaya selama lebih dari 115 tahun dalam menangani berbagai kebutuhan konstruksi, baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Misalnya proyek Thamrin Nine dan Pusat Pendidikan Crayola Experience
Selain pengalaman dalam berbagai proyek, Sika juga dikenal sebagai pelopor teknologi semen waterproofing pertama di Indonesia.
Anda dapat Kontak Sika untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan proyek bangunan yang membutuhkan epoxy lantai. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai solusi lantai dari Sika, kunjungi Sika Indonesia.






